Pondokserang adalah nama sebuah dukuh di desa terpencil di sebuah kabupaten Sukoharjo. Ketika pertama kali mendengar kata pondokserang, pasti terlintas di dalam benak seseorang terhadap hal-hal berbau pesantren karena ada kata pondoknya. Orang-orang yang dari kalangan pesantren pun sering “kecele” karena memang di dukuh itu sebenarnya tidak ada pondok pesantrennya, yang ada hanya tokoh agama saja, biarpun belum menyandang status kyai. Memang kata pondok sering identik dengan pesantren, karena kultur pembelajaran agama di pelosok nusantara mayoritas menggunakan istilah pondok. Pondok berarti tempat orang belajar yang mengharuskan para muridnya tidak pulang ke rumah, harus bermukim di tempat di mana dia belajar. Bisa karena memang program belajar mengajarnya memang dimulai dari pagi sampai malam hari, sehingga kalau seorang murid pulang ke rumah maka ia akan ketinggalan pelajaran. Pondok seringkali menerima murid yang datang dari luar daerah, lintas kabupaten, bahkan lintas propinsi.
Di samping itu juga ada nama/ kata Serang. Ini mengandung keberadaan sosok pahlawan nasional Nyi Ageng Serang. Entah kebenaran terletak di bagian mana, karena menurut sejarah yang telah diceritakan secara turun temurun oleh orang tua, kakek, kakek buyut, dinamakan pondokserang karena pernah ditinggali oleh seseorang perempuan cantik yang bernama Nyai Serang. Nyai Serang ini menurut para leluhur desa adalah sosok pahlawan yang oleh Nyai Serang (yang asli) pernah mencari dan mengumpulkan perempuan yang mempunyai kemiripan secara fisik, kemudian dididik untuk mempunyai kapasitas “keilmuan” yang sama dengannya. Kemudian secara fisik juga dikasih (model) pakaian yang sama pula. Maksud dari ini semua adalah untuk mengelabui penjajah Belanda agar terkecoh terhadap Nyai Serang.
Masyarakat meyakini bahwa Nyai Serang yang dimakamkan di dukuh ini adalah sosok yang juga pahlawan yang tidak diketahui apakah dia yang asli ataupun yang palsu. Karena ini memang tidak pernah diungkap apalagi ditulis dalam sejarah.
Pondokserang juga membuat banyak orang “kecele” karena ungkapan Serang adalah sebuah kawasan yang berada di Jawa Barat, yang sekarang sudah berubah menjadi propinsi Banten. Serang adalah sebuah tempat yang ada di Banten.
Dengan ini semua, kita tidak tahu apakah pondokserang mempunyai arti tersendiri karena menyimpan berbagi misteri bagi seseorang untuk mengkajinya. Sementara itu paling tidak kata pondok juga mempunyai arti tersendiri, sehingga masyarakt di dukuh itu banyak yang menyantrikan anak-anaknya di pondok-pondok pesantren di beberapa kawasan di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan harapan hari esok akan tercipta sebuah pondok pesantren yang sesungguhnya dengan mempunyai kepedulian terhadap masalah agama Islam, keilmuan, dan masalah-masalah sosial.